Pada masa penjajahan bangsa Eropa terdapat berbagai perlawanan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia. Setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Berdasarkan karakteristiknya perbedaan perlawanan rakyat Aceh dan perlawanan rakyat Maluku adalah....
Pembahasan
Perang Aceh (1873 - 1904)Perang Aceh dilatarbelakangi karena adanya Traktat Sumatra (1871) yang menyebutkan bahwa Belanda bebas meluaskan wilayah di Sumatra termasuk Aceh. Hal ini ditentang oleh Teuku Cik Ditiro, Cut Mutia, Teuku Umar, Cut Nyak Dien, dan Panglima Polim. Perjuangan Aceh meningkat saat Habib Abdurrachman datang dari Turki. Belanda mendapatkan perlawanan sengit dari rakyat Aceh. Rakyat Aceh berperang denganjihad, sehingga semangatnya untuk melawan Belanda sangat kuat selain itu perlawanan Aceh juga terorganisir oleh para ulama, sehingga Belanda sangat sulit menaklukan perlawanan rakyat Aceh. Selain itu, perlawanan ini juga menjadi perlawanan yang paling kuat dan panjang dalam sejarah perlawanan di Indonesia. Bahkan untuk menaklukan perlawanan rakyat Aceh, Belanda mengutus Snouck Hurgronje untuk meneliti budaya dan karakter rakyat Aceh. Akhirnya Hurgronje menyarankan agar pemerintah Belanda menggempur pertahanan Aceh bertubi-tubi agar mental rakyat semakin terkikis, dan terpecah-belah menjadi beberapa kelompok. Ternyata taktik ini berhasil mengurangi perlawanan rakyat Aceh, sehingga perlahan Belanda mampu menguasai Aceh pada awal tahun 1900-an.Perang PattimuraPada 1817, Belanda juga berusaha menguasai Maluku dengan monopoli perdagangan. Rakyat Maluku yang dipimpin Thomas Matulessy (Pattimura) menolaknya dan melakukan perlawanan terhadap Belanda. Pertempuran sengit terjadi di benteng Duurstede, Saparua.Belanda mengerahkan pasukan secara besar-besaran, hingga rakyat Maluku terdesak. Hal itu diperparah dengan tertangkapnya Patimura, sehingga perjuangan rakyat Maluku melemah. Perlawanan rakyat Maluku sangat bergantung pada tokoh sentral, sehingga ketika pemimpin dapat ditaklukan maka daerah tersebut dengan mudah dikuasai. Selain Pattimura terdapat juga pejuang wanita dari Maluku yang ikut berjuang yaitu Martha Christina Tiahahu yang juga berhasil ditangkap oleh Belanda.
Sudah paham materinya? Uji kemampuan kamu dengan 500+ soal Sejarah di Nagih — gratis untuk paket dasar.
Latihan di Nagih →