Unit sediaan awal adalah sebanyak 8.000 unit. Selama tahun berjalan perusahaan memproduksi 50.000 unit dan berhasil menjual sebanyak 55.000 unit maka nilai dari sediaan akhir adalah ….
Pembahasan
## Pembahasan
Data:
- Sediaan awal: 8.000 unit
- Diproduksi: 50.000 unit
- Terjual: 55.000 unit
- Sediaan akhir = 8.000 + 50.000 − 55.000 = 3.000 unit
Nilai sediaan akhir lebih besar di bawah Absorption Costing dibandingkan Variable Costing (opt2).
## Penjelasan
| Metode | Komponen Biaya Sediaan | Nilai per Unit Sediaan |
|--------|----------------------|----------------------|
| Variable Costing | Hanya Biaya Variabel (BB + TKL + OH Variabel) | Lebih kecil |
| Absorption Costing | Biaya Variabel + OH Tetap | Lebih besar ✅ |
## Mengapa Absorption Costing Menghasilkan Sediaan Lebih Besar?
Absorption Costing memasukkan Overhead Pabrik Tetap (Fixed Overhead) ke dalam nilai persediaan. Variable Costing memperlakukan Fixed Overhead sebagai beban periode. Karena sediaan akhir ada (3.000 unit), nilai sediaan absorption costing > variable costing.
## Aturan Umum
- Produksi > Penjualan → Sediaan akhir bertambah → Laba Absorption > Variable
- Produksi < Penjualan → Sediaan akhir berkurang → Laba Absorption < Variable
- Kasus ini: produksi (50.000) < penjualan (55.000) → sediaan berkurang, namun sediaan akhir tetap ada (3.000 unit) dengan nilai absorption lebih tinggi
Sudah paham materinya? Uji kemampuan kamu dengan 500+ soal Harga Pokok Produksi (HPP) di Nagih — gratis untuk paket dasar.
Latihan di Nagih →