Nagih — Bank Soal Latihan Soal →

Sebagai seorang kepala desa di sebuah daerah dengan tingkat keragaman sosial yang tinggi, Anda dihadapkan pada situasi di mana salah satu kelompok masyarakat mulai menggunakan isu SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan) untuk mempengaruhi keputusan warga dalam perencanaan pembangunan desa. Di tengah tekanan untuk menjaga keseimbangan dan kerukunan, Anda merasa dilema antara menegakkan aturan untuk menghentikan penyebaran isu SARA atau menjaga keharmonisan antarwarga. Manakah tindakan yang paling tepat Anda lakukan dalam situasi ini? ( Anti Radikalisme )

A. Mengadakan pertemuan dengan tokoh masyarakat untuk membahas cara menghentikan penggunaan isu SARA dan menjaga kesatuan warga tanpa konflik terbuka.
B. Memberikan edukasi kepada warga melalui kegiatan desa tentang pentingnya menghindari isu SARA dalam proses pengambilan keputusan. ✓ Benar
C. Menyampaikan kepada kelompok tersebut secara langsung bahwa penggunaan isu SARA tidak sesuai dengan nilai kerukunan desa, namun dengan pendekatan persuasif agar tidak memicu konflik.
D. Melaporkan penggunaan isu SARA kepada pihak kecamatan untuk mencari dukungan dalam menyelesaikan masalah tanpa melibatkan diri secara langsung.
Jawaban benar: B

Pembahasan

Pilihan terbaik adalah B karena memberikan edukasi kepada warga tentang pentingnya menghindari isu SARA menunjukkan Profesionalisme dan Komitmen Sosial dalam menjaga keharmonisan dan kesatuan desa. Sikap ini bersifat preventif karena mendorong pemahaman mendalam pada warga tentang dampak buruk isu SARA dalam pengambilan keputusan, sehingga mendapat skor 5. A juga merupakan pilihan yang baik karena mengadakan pertemuan dengan tokoh masyarakat menunjukkan Kolaborasi dan Kesadaran Sosial. Sikap ini membantu menciptakan pendekatan kolektif yang dapat memperkuat kerukunan warga tanpa konflik terbuka meskipun lebih lambat dalam menangani masalah dibandingkan dengan opsi edukasi yang lebih luas sehingga mendapat skor 4. C cukup baik karena menyampaikan langsung kepada kelompok pengguna isu SARA secara persuasif menunjukkan Pengendalian Diri dan Profesionalisme. Namun mungkin terbatas dibandingkan pendekatan lebih luas seperti edukasi atau pertemuan masyarakat sehingga mendapat skor 3. D kurang tepat karena melaporkan langsung kepada pihak kecamatan menunjukkan Akuntabilitas, namun pendekatan ini lebih reaktif dan berisiko mengganggu hubungan sosial desa sehingga mendapat skor 2. E paling tidak tepat karena menunggu warga menyadari sendiri dampak negatif isu SARA menunjukkan kurangnya Inisiatif dan Akuntabilitas dalam menjaga kerukunan dan tidak segera menanggapi masalah sehingga mendapat skor 1.

Sudah paham materinya? Uji kemampuan kamu dengan 500+ soal Pelayanan Publik di Nagih — gratis untuk paket dasar.

Latihan di Nagih →