Pengembangan kota pintar (smart city) menjadi bagian dari upaya mewujudkan tujuan nasional Indonesia. Namun, tidak semua aspek mendukung cita-cita tersebut. Di antara pilihan berikut, manakah yang tidak sejalan dengan prinsip pembangunan nasional berdasarkan nilai-nilai Pancasila?
A. Teknologi digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan polarisasi masyarakat. ✓ Benar
B. Infrastruktur digital mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
C. Perencanaan kota pintar mempertimbangkan nilai-nilai Pancasila dan keadilan sosial.
D. Investasi kota pintar diarahkan untuk mempercepat modernisasi wilayah.
Jawaban benar: A
Pembahasan
Pembangunan kota pintar harus mencerminkan tujuan nasional, seperti memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, serta dilandasi nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan. Semua pilihan kecuali A mencerminkan arah pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan partisipatif. Hanya A yang keliru, karena polarisasi masyarakat justru bertentangan dengan nilai Pancasila, terutama sila ke-3 tentang persatuan. Teknologi seharusnya menyatukan, bukan memecah. Jadi, meskipun penggunaan teknologi penting, jika memicu polarisasi, maka hal itu tidak sesuai dengan prinsip dasar pembangunan nasional. Jawaban: A
Sudah paham materinya? Uji kemampuan kamu dengan 500+ soal NKRI di Nagih — gratis untuk paket dasar.
Latihan di Nagih →