Nagih — Bank Soal Latihan Soal →

Pemerintah membuka impor bahan baku industri untuk menjaga kelancaran produksi dalam negeri. Dalam konteks nasionalisme ekonomi, sikap yang paling tepat terhadap kebijakan tersebut adalah …

A. Mengkritik kebijakan impor karena dapat mengurangi semangat masyarakat untuk mengutamakan produk dalam negeri.
B. Mendukung kebijakan tersebut sepenuhnya sebagai bukti keterbukaan ekonomi Indonesia terhadap dunia.
C. Menolak impor agar Indonesia dapat segera mencapai kemandirian ekonomi tanpa ketergantungan luar negeri.
D. Menganggap impor sebagai bentuk kerja sama ekonomi yang perlu diterapkan tanpa memperhatikan dampak bagi industri lokal.

Pembahasan

Dalam konteks nasionalisme ekonomi, impor bahan baku tidak dipandang semata-mata sebagai ancaman, tetapi sebagai langkah strategis yang diperlukan ketika industri nasional belum mampu memenuhi kebutuhan produksinya secara mandiri. Sikap yang paling tepat adalah mendukung impor secara selektif dan terukur, selama tujuannya untuk menjaga kelancaran produksi dalam negeri serta memperkuat daya saing nasional. Karena itu, opsi E merupakan pilihan paling tepat, sebab menggambarkan pandangan yang realistis: impor diperlukan untuk menjaga stabilitas industri, namun tetap diarahkan untuk memperkuat kapasitas nasional. Opsi A terlalu reaktif karena hanya menyoroti dampak pada semangat penggunaan produk lokal tanpa mempertimbangkan kebutuhan industri. Opsi B menekankan keterbukaan ekonomi secara penuh, tetapi tidak mempertimbangkan perlindungan kepentingan nasional. Opsi C bersifat ekstrem karena menolak impor sama sekali, padahal kondisi industri nasional mungkin belum siap. Opsi D juga kurang tepat karena mengabaikan dampak impor terhadap industri lokal. Dengan demikian, hanya opsi E yang mencerminkan nasionalisme ekonomi yang rasional dan berorientasi pada kepentingan bangsa. Jawaban: E.

Sudah paham materinya? Uji kemampuan kamu dengan 500+ soal NKRI di Nagih — gratis untuk paket dasar.

Latihan di Nagih →