Nagih — Bank Soal Latihan Soal →

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pelayanan publik mulai diuji coba di beberapa daerah. Teknologi ini dinilai mampu mempercepat layanan, namun menimbulkan kekhawatiran hilangnya sebagian pekerjaan dan ketidakmerataan akses digital. Jika dikaitkan dengan Pancasila, khususnya sila kelima, langkah yang paling tepat adalah…

A. Mempercepat adopsi AI dengan tetap memastikan distribusi manfaatnya seimbang.
B. Mengintegrasikan AI dengan pelatihan pegawai agar pemanfaatannya merata.
C. Menggandeng perusahaan teknologi global untuk memperluas penerapan AI di Indonesia.
D. Memberikan prioritas penerapan AI pada sektor yang dianggap strategis.

Pembahasan

Sila kelima Pancasila menekankan pentingnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam pelayanan publik harus benar-benar memastikan manfaatnya dirasakan merata tanpa menimbulkan ketidakadilan baru. Opsi E adalah yang paling tepat karena dengan adanya regulasi, pemerintah dapat mengatur agar pemanfaatan AI tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu, melainkan bisa diakses seluruh lapisan masyarakat secara adil, baik di kota maupun daerah tertinggal. Opsi A memang menekankan distribusi manfaat seimbang, tetapi lebih berfokus pada percepatan adopsi teknologi sehingga tidak menjamin perlindungan menyeluruh bagi masyarakat kecil. Opsi B juga positif karena mendukung pelatihan pegawai, namun cakupannya hanya terbatas pada aparatur dan tidak menyentuh keadilan sosial bagi warga secara luas. Opsi C mendorong kerja sama dengan perusahaan global, tetapi cenderung berorientasi pada pengembangan teknologi tanpa memperhatikan aspek pemerataan. Opsi D memberikan prioritas pada sektor strategis, tetapi hal ini justru bisa memperlebar kesenjangan karena sektor lain akan tertinggal. Oleh sebab itu, pilihan yang paling sesuai dengan nilai sila kelima adalah E. Jawaban: E

Sudah paham materinya? Uji kemampuan kamu dengan 500+ soal NKRI di Nagih — gratis untuk paket dasar.

Latihan di Nagih →