Pelaksanaan musyawarah yang hanya menguntungkan kelompok tertentu tanpa mempertimbangkan kepentingan bersama menunjukkan bahwa nilai sila ke-4 belum sejalan dengan sila ke-5. Akibat dari kondisi tersebut ialah …
Pembahasan
Musyawarah yang sesuai dengan sila ke-4, yaitu Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, harus menghasilkan keputusan yang mencerminkan sila ke-5, yakni Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jika proses musyawarah hanya menguntungkan kelompok tertentu, maka keadilan tidak terwujud, dan kepercayaan masyarakat terhadap keputusan tersebut akan menurun. Opsi C adalah yang paling tepat karena menggambarkan akibat langsung dari musyawarah yang tidak adil, yaitu munculnya ketimpangan sosial dan hilangnya kepercayaan publik terhadap proses pengambilan keputusan. Opsi A tampak baik karena menjaga ketertiban, tetapi sikap mengalah terhadap ketidakadilan justru melemahkan semangat keadilan sosial. Opsi B memang mungkin terjadi, yakni dominasi kelompok tertentu, namun hanya menggambarkan perilaku sebagian pihak, bukan akibat sosial yang luas. Opsi D menunjukkan apatisme warga, tetapi hal tersebut merupakan dampak lanjutan dari hilangnya keadilan. Opsi E juga menggambarkan dampak negatif berupa rasa tidak dianggap, namun hanya menyoroti reaksi emosional sebagian masyarakat, bukan akibat utama berupa rusaknya keadilan dan kepercayaan sosial. Dengan demikian, akibat yang paling tepat dari kondisi tersebut adalah timbulnya ketimpangan sosial dan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap keadilan keputusan. Jawaban: C
Sudah paham materinya? Uji kemampuan kamu dengan 500+ soal NKRI di Nagih — gratis untuk paket dasar.
Latihan di Nagih →