Nagih — Bank Soal Latihan Soal →

Pada masa Agresi Militer Belanda II, dibentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) sebagai upaya mempertahankan keberlangsungan negara. Nilai bela negara yang paling relevan dari peristiwa tersebut untuk diterapkan dalam kehidupan berbangsa saat ini adalah ...

A. Kesediaan berkorban demi menjaga kelangsungan negara dalam situasi krisis. ✓ Benar
B. Kepatuhan penuh terhadap struktur pemerintahan formal yang sedang berkuasa.
C. Keberanian mempertahankan kedaulatan negara melalui perlawanan bersenjata.
D. Loyalitas terhadap pemimpin perjuangan sebagai simbol persatuan bangsa.
Jawaban benar: A

Pembahasan

Pembentukan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada masa Agresi Militer Belanda II menunjukkan sikap bela negara yang menempatkan kepentingan bangsa di atas kondisi pribadi maupun keterbatasan situasi. Nilai utama yang dapat diterapkan dalam kehidupan berbangsa saat ini adalah kesiapan untuk berkorban dan bertanggung jawab demi memastikan negara tetap berjalan meskipun berada dalam keadaan krisis. Opsi A paling tepat karena secara langsung mencerminkan esensi pembentukan PDRI, yaitu menjaga keberlangsungan negara ketika pemerintahan pusat tidak dapat menjalankan fungsinya secara normal. Opsi C terlihat kuat karena berkaitan dengan perjuangan fisik, namun konteks PDRI lebih menekankan kesinambungan pemerintahan daripada perlawanan bersenjata. Opsi D dan E bersifat positif dan relevan, tetapi lebih menonjolkan aspek simbolik dan pengakuan eksternal, bukan inti nilai bela negara yang ditunjukkan oleh PDRI. Opsi B menjebak karena menekankan kepatuhan pada struktur formal, padahal PDRI justru lahir sebagai solusi darurat di luar struktur pemerintahan normal. Oleh karena itu, jawaban yang paling tepat adalah A. Jawaban: A

Sudah paham materinya? Uji kemampuan kamu dengan 500+ soal NKRI di Nagih — gratis untuk paket dasar.

Latihan di Nagih →