Lahan perkotaan yang semakin sempit dan ketergantungan pada rantai pasok pangan jarak jauh menjadi tantangan serius bagi ketahanan pangan. Namun, sebuah solusi inovatif bernama urban farming atau pertanian perkotaan kini semakin populer sebagai jawaban atas masalah tersebut. Dengan memanfaatkan ruang terbatas seperti atap gedung dan dinding, metode seperti hidroponik dan vertikultur memungkinkan warga kota untuk menanam sendiri sumber pangannya. Praktik ini tidak hanya menyediakan akses terhadap sayuran segar dan sehat bagi masyarakat urban. Lebih jauh lagi, pertanian perkotaan juga turut mengurangi jejak karbon dari proses distribusi pangan dan memperkuat kemandirian komunitas lokal. Kesimpulan paragraf di atas adalah ...
A. Pertanian perkotaan (urban farming) merupakan solusi inovatif yang tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan tetapi juga memberikan manfaat lingkungan dan sosial bagi masyarakat kota. ✓ Benar
B. Metode hidroponik dan vertikultur adalah cara paling efektif untuk bercocok tanam di lahan sempit seperti atap gedung dan balkon.
C. Tantangan utama masyarakat kota adalah sempitnya lahan dan ketergantungan pada rantai pasok pangan yang panjang.
D. Semua warga kota seharusnya beralih ke urban farming untuk mengatasi potensi krisis pangan global di masa depan.
Jawaban benar: A
Pembahasan
Kesimpulan adalah rangkuman dari seluruh ide yang disajikan. Paragraf di atas dimulai dengan menyajikan masalah (tantangan ketahanan pangan kota), kemudian memperkenalkan solusi (urban farming), dan diakhiri dengan menjelaskan berbagai manfaatnya (akses pangan, pengurangan jejak karbon, kemandirian komunitas). Opsi A berhasil merangkum semua poin kunci tersebut: urban farming sebagai solusi inovatif (kalimat 2) yang meningkatkan ketahanan pangan (kalimat 4) serta memberikan manfaat lingkungan (jejak karbon) dan sosial (kemandirian komunitas) (kalimat 5). Jawaban: A
Sudah paham materinya? Uji kemampuan kamu dengan 500+ soal NKRI di Nagih — gratis untuk paket dasar.
Latihan di Nagih →