Hustle culture adalah sebuah gaya hidup yang mengagungkan produktivitas tanpa henti dan menganggap kesibukan sebagai lencana kehormatan. Para penganutnya sering kali bekerja dalam jam kerja yang sangat panjang, mengorbankan waktu istirahat, dan memprioritaskan pekerjaan di atas segalanya. Ambisi untuk mencapai kesuksesan finansial dan karier yang cepat sering menjadi pendorong utama di balik fenomena ini. Namun, di balik citra kesuksesan tersebut, terdapat risiko besar terhadap kesehatan mental, seperti kelelahan kronis ( burnout ) dan kecemasan. Pada akhirnya, mengejar produktivitas secara ekstrem justru dapat menjadi kontraproduktif bagi kesejahteraan individu secara holistik. Kesimpulan paragraf di atas adalah ...
A. Hustle culture didorong oleh ambisi untuk mencapai kesuksesan finansial dan karier yang cepat.
B. Dampak utama dari hustle culture adalah gangguan kesehatan mental seperti burnout dan kecemasan.
C. Gaya hidup yang mengagungkan produktivitas tanpa henti disebut dengan hustle culture .
D. Pengejaran produktivitas ekstrem dalam hustle culture pada akhirnya berdampak negatif terhadap kesejahteraan individu secara menyeluruh. ✓ Benar
Jawaban benar: D
Pembahasan
Kesimpulan harus mencerminkan hasil akhir dari argumen yang dibangun. Paragraf ini menjelaskan definisi hustle culture (kalimat 1), pendorongnya (kalimat 3), lalu menunjukkan sisi negatifnya (kalimat 4), dan ditutup dengan sebuah simpulan di kalimat terakhir. Opsi D secara tepat merangkum ide dari kalimat terakhir, yang merupakan inti simpulan dari seluruh pembahasan bahwa produktivitas ekstrem justru merugikan kesejahteraan holistik. Jawaban: D
Sudah paham materinya? Uji kemampuan kamu dengan 500+ soal NKRI di Nagih — gratis untuk paket dasar.
Latihan di Nagih →