Nagih — Bank Soal Latihan Soal →

Di sebuah sekolah, seorang siswa non-muslim merasa kesulitan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang sering dimulai lebih lambat karena menyesuaikan waktu sholat siswa muslim. Berdasarkan semangat Bhinneka Tunggal Ika, bagaimana seharusnya sekolah menyikapi permasalahan ini?

A. Mengatur waktu kegiatan ekstrakurikuler tanpa mengutamakan satu kelompok tertentu agar tetap adil
B. Memberikan waktu tambahan kepada siswa non-muslim untuk kegiatan lainnya agar tidak merasa dirugikan
C. Menentukan jadwal kegiatan yang berimbang dengan mempertimbangkan kebutuhan ibadah semua siswa
D. Membuka ruang dialog antara guru dan siswa untuk mencari solusi yang tidak mengurangi waktu ibadah maupun hak siswa lainnya ✓ Benar
Jawaban benar: D

Pembahasan

Jawaban yang tepat adalah membuka ruang dialog antara guru dan siswa untuk mencari solusi yang tidak mengurangi waktu ibadah maupun hak siswa lainnya. Semangat Bhinneka Tunggal Ika mendorong dialog sebagai cara menyelesaikan masalah dalam keberagaman dengan tetap menghormati hak semua pihak secara adil. Opsi A, mengatur waktu tanpa mengutamakan satu kelompok terlihat adil tetapi tidak mencerminkan upaya memahami kebutuhan masing-masing kelompok melalui komunikasi. Opsi B, memberikan waktu tambahan hanya solusi parsial yang berfokus pada satu pihak. Opsi C, menentukan jadwal yang berimbang adalah langkah baik tetapi kurang menjelaskan bagaimana jadwal itu disepakati melalui proses bersama. Opsi E, menjadwalkan kegiatan khusus terlihat memisahkan kelompok siswa berdasarkan agama yang tidak sejalan dengan semangat persatuan Bhinneka Tunggal Ika. Jawaban: D

Sudah paham materinya? Uji kemampuan kamu dengan 500+ soal NKRI di Nagih — gratis untuk paket dasar.

Latihan di Nagih →