Nagih — Bank Soal Latihan Soal →

Dalam Kongres Pemuda, muncul perdebatan antara penggunaan istilah bahasa Melayu dan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Sikap yang paling mencerminkan semangat nasionalisme dari peristiwa tersebut adalah ...

A. Menjaga bahasa Melayu tetap digunakan agar jati diri sejarah Nusantara tidak hilang dalam arus perubahan istilah nasional.
B. Mendukung penggunaan istilah “bahasa Indonesia” karena melambangkan tekad bersama untuk bersatu tanpa menghapus akar budaya daerah. ✓ Benar
C. Mengutamakan kesepakatan bersama dengan tidak mempersoalkan nama bahasa selama bisa dipahami oleh seluruh rakyat.
D. Mendorong setiap daerah mempertahankan bahasa lokalnya sebagai bentuk penghargaan terhadap kebinekaan bangsa.
Jawaban benar: B

Pembahasan

Semangat nasionalisme pada Kongres Pemuda bukan sekadar soal bahasa, tetapi tentang kesediaan mengesampingkan kepentingan kedaerahan demi identitas nasional yang satu. Opsi B paling tepat karena mendukung penggunaan istilah bahasa Indonesia sebagai simbol persatuan tanpa meniadakan keberagaman daerah. Sikap ini mencerminkan semangat sila ke-3 Pancasila (Persatuan Indonesia) dan cita-cita Sumpah Pemuda untuk menyatukan bangsa di atas segala perbedaan. Opsi A tampak nasionalis karena menghargai sejarah, namun justru menghambat pembentukan identitas baru sebagai bangsa merdeka. Opsi C terlihat kompromistis, tetapi kehilangan makna simbolik perjuangan nasional yang diwakili oleh nama bahasa Indonesia. Opsi D memang menghargai kebinekaan, tetapi berpotensi memperkuat sekat kedaerahan. Opsi E tampak diplomatis, namun penggunaan istilah ganda justru melemahkan semangat satu bahasa yang disepakati dalam Sumpah Pemuda. Dengan demikian, mendukung penggunaan istilah “bahasa Indonesia” sebagai simbol pemersatu bangsa merupakan wujud nyata semangat nasionalisme sejati. Jawaban: B

Sudah paham materinya? Uji kemampuan kamu dengan 500+ soal NKRI di Nagih — gratis untuk paket dasar.

Latihan di Nagih →