Dalam era digital dan globalisasi, ancaman terhadap keamanan nasional tidak hanya berasal dari kekuatan bersenjata, tetapi juga dari bencana alam, pandemi, dan disinformasi yang menyebar cepat. Dalam konteks pertahanan negara berbasis sistem pertahanan semesta, bagaimana seharusnya peran pertahanan sipil dijalankan untuk menghadapi jenis ancaman tersebut?
Pembahasan
Pertahanan sipil dalam konteks sistem pertahanan semesta menekankan keterlibatan aktif seluruh warga negara, bukan hanya pemerintah atau aparat. Ketika ancaman non-militer seperti bencana alam, pandemi, dan disinformasi semakin kompleks, pendekatan paling efektif adalah membangun ketahanan masyarakat dari bawah. Jawaban yang paling tepat adalah C, karena melibatkan masyarakat dalam pelatihan kesiapsiagaan dan mitigasi risiko merupakan inti dari pertahanan sipil. Opsi A tidak relevan karena kekuatan senjata tidak efektif untuk menghadapi ancaman seperti hoaks atau gempa bumi. Opsi B keliru karena bertentangan dengan semangat partisipasi rakyat dalam sistem pertahanan semesta. Opsi D tampaknya tegas, tapi pendekatan represif tanpa pelibatan rakyat tidak membangun ketangguhan yang berkelanjutan. Sedangkan opsi E terdengar strategis, namun kerja sama luar negeri bukan inti utama pertahanan sipil yang sifatnya nasional dan berbasis komunitas. Maka, hanya C yang tepat secara prinsip, logika, dan konteks. Jawaban: C
Sudah paham materinya? Uji kemampuan kamu dengan 500+ soal NKRI di Nagih — gratis untuk paket dasar.
Latihan di Nagih →