Nagih — Bank Soal Latihan Soal →

Anda adalah dosen muda yang aktif mengisi seminar kampus. Suatu hari Anda diundang menjadi pembicara dalam diskusi terbuka bertema "Kebebasan Berpendapat dan Batasannya". Saat sesi tanya jawab, seorang peserta menyatakan bahwa tindakan radikal bisa dibenarkan selama tujuannya memperjuangkan nilai yang diyakini. Apa tanggapan terbaik Anda? ( Anti Radikalisme )

A. Menanggapi dengan tenang lalu menjelaskan bahwa tindakan radikal justru merusak nilai yang ingin diperjuangkan karena bertentangan dengan prinsip demokrasi. ✓ Benar
B. Mengalihkan fokus diskusi ke tema lain yang lebih netral agar suasana tetap kondusif dan tidak memancing ketegangan.
C. Menjawab dengan memberikan contoh historis tentang bagaimana tindakan radikal pernah membawa dampak buruk bagi bangsa.
D. Meminta moderator menutup sesi tanya jawab agar tidak terjadi perdebatan panjang yang memicu perpecahan.
Jawaban benar: A

Pembahasan

SKOR JAWABAN: Pilihan terbaik adalah A karena menanggapi dengan tenang dan menjelaskan bahwa tindakan radikal merusak nilai demokrasi adalah bentuk edukasi yang cerdas, objektif, dan tetap menjaga suasana forum. Ini mencerminkan nilai Akuntabel, Harmonis, dan Berpikir Kritis, serta mencegah pembenaran terhadap kekerasan atas nama nilai, sehingga mendapat skor 5. C juga baik karena memberikan contoh sejarah bisa memperkuat argumen Anda, namun respons ini masih berisiko memperpanjang debat tanpa membingkai secara prinsipil, sehingga mendapat skor 4. E cukup netral karena menyampaikan prinsip hukum dan keterbukaan, tetapi belum cukup menanggapi substansi bahaya radikalisme, sehingga mendapat skor 3. B kurang tepat karena mengalihkan fokus justru membiarkan pernyataan bermasalah tanpa koreksi, sehingga mendapat skor 2. D adalah pilihan paling tidak tepat karena menghentikan sesi tanpa tanggapan dapat menunjukkan sikap menghindar dari isu penting, sehingga mendapat skor 1.

Sudah paham materinya? Uji kemampuan kamu dengan 500+ soal Pelayanan Publik di Nagih — gratis untuk paket dasar.

Latihan di Nagih →