(1) Konsumsi gula berlebih secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas dan diabetes tipe 2 di berbagai kelompok usia. (2) Fruktosa yang tinggi dalam gula tambahan dapat membebani kerja hati dan memicu penumpukan lemak visceral yang berbahaya. (3) Selain itu, kadar gula darah yang tidak stabil seringkali menjadi penyebab utama fluktuasi energi dan gangguan suasana hati sepanjang hari. (4) Studi terbaru bahkan menunjukkan adanya korelasi kuat antara asupan gula tinggi dengan percepatan penuaan kulit dan peradangan kronis dalam tubuh. (5) Ketergantungan pada rasa manis juga sering memicu pola makan buruk lainnya, seperti kurangnya asupan serat dan protein. (6) Mengurangi asupan gula tambahan terbukti secara klinis dapat memperbaiki kualitas tidur dan fungsi kognitif otak secara signifikan. Kesimpulan yang paling tepat berdasarkan paragraf di atas adalah ...
A. Konsumsi gula berlebih merupakan penyebab utama obesitas dan diabetes tipe 2 di masyarakat.
B. Mengurangi asupan gula tambahan adalah cara paling efektif untuk memperbaiki fungsi kognitif otak.
C. Dampak negatif konsumsi gula berlebih terhadap kesehatan fisik dan mental menuntut perlunya pembatasan asupan gula. ✓ Benar
D. Fruktosa dalam gula tambahan membebani kerja hati dan menyebabkan penumpukan lemak.
Jawaban benar: C
Pembahasan
Pada kalimat (1) sampai kalimat (5) memaparkan berbagai dampak negatif gula (Fisik: obesitas, diabetes, hati, kulit, peradangan. Mental: suasana hati, energi). Kemudian, kalimat (6) memaparkan manfaat jika gula dikurangi. Pada opsi C merupakan kesimpulan yang logis karena pernyataan ini menggabungkan fakta-fakta negatif (dampak buruk kesehatan fisik & mental) dan menyiratkan tindakan yang logis berdasarkan fakta yaitu perlunya pembatasan asupan. Jawaban: C
Sudah paham materinya? Uji kemampuan kamu dengan 500+ soal NKRI di Nagih — gratis untuk paket dasar.
Latihan di Nagih →