(1) Banyak orang kini tergiur jalan pintas untuk menjadi kaya raya melalui investasi bodong atau perjudian daring tanpa mau bekerja keras. (2) Di kalangan akademis, fenomena menggunakan jasa joki tugas demi nilai tinggi tanpa proses belajar yang jujur pun semakin dianggap lumrah. (3) Bahkan dalam urusan kesehatan, berbagai obat pelangsing kimiawi lebih laku keras di pasaran dibandingkan anjuran olahraga rutin. (4) Mentalitas serba instan yang mengabaikan kenikmatan sebuah proses perjuangan tampaknya telah menjangkiti pola pikir sebagian besar masyarakat modern saat ini. (5) Di jalan raya, perilaku pengendara yang nekat melawan arus hanya untuk menghemat waktu tempuh beberapa menit sudah menjadi pemandangan biasa. (6) Budaya antre yang tertib di tempat umum pun sering kali dilanggar karena ketidaksabaran warga dalam menunggu giliran. (7) Hal ini diperparah dengan masih maraknya praktik suap-menyuap di birokrasi demi mendapatkan posisi atau layanan dengan cepat tanpa prosedur yang benar. Ide pokok paragraf di atas adalah ...
A. Meningkatnya kasus investasi bodong dan perjudian daring di tengah masyarakat.
B. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas dan budaya antre.
C. Lunturnya penghargaan terhadap proses akibat merebaknya budaya mental instan. ✓ Benar
D. Pentingnya penegakan hukum terhadap praktik perjokian dan suap di birokrasi.
Jawaban benar: C
Pembahasan
Kalimat (1), (2), (3) berisi contoh-contoh perilaku. Kalimat (5), (6), (7) juga berisi contoh-contoh perilaku lagi. Kemudian pada kalimat (4) merangkum benang merah dari contoh-contoh di atas (kaya, nilai, kurus) sebagai "Mentalitas Instan". Jadi ide pokok pada paragraf di atas adalah lunturnya penghargaan terhadap proses akibat merebaknya budaya mental instan. Jawaban: C
Sudah paham materinya? Uji kemampuan kamu dengan 500+ soal NKRI di Nagih — gratis untuk paket dasar.
Latihan di Nagih →