Nagih — Bank Soal Latihan Soal →

Suatu hari Anda berlibur ke kampung sahabat Anda yang berbeda latar belakang agama dan budaya. Sahabat Anda mengajak mampir ke salah satu warung makan dan dia memesan makanan kesukaannya tetapi terlarang bagi Anda. Bagaimana sikap Anda?

A. Ikut memakan sebagai wujud toleransi beragama
B. Tidak memakannya, kemudian mengajaknya berbincang tentang keistimewaan makanan itu
C. Tidak memakannya, kemudian menanyakan hal lain tentang adat dan kebudayaan dikampungnya agar lebih memahami kebiasaan-kebiasaannya ✓ Benar
D. Tidak ikut memakannya serta tidak berkomentar agar sahabat Anda tidak tersinggung
Jawaban benar: C

Pembahasan

## Pembahasan

Ketika berada di kampung sahabat yang berbeda agama dan dia memesan makanan yang terlarang bagi kita, sikap terbaik adalah tidak memakannya, kemudian menanyakan hal lain tentang adat dan kebudayaan di kampungnya agar lebih memahami kebiasaan-kebiasaannya (opt3).

## Mengapa Jawaban C (Tidak makan, tapi gali pengetahuan budayanya) Benar

Opt3 menyeimbangkan dua nilai: (1) menjaga keyakinan sendiri dengan tidak mengonsumsi makanan yang terlarang, dan (2) menunjukkan minat tulus terhadap budaya dan adat sahabat dengan mengajukan pertanyaan lain. Ini adalah toleransi yang autentik — menghormati tanpa mengorbankan prinsip pribadi.

## Evaluasi Semua Pilihan

| Pilihan | Tindakan | Penilaian |
|---------|----------|-----------|
| A | Ikut memakan sebagai wujud toleransi | ❌ Mengorbankan keyakinan agama atas nama toleransi — salah kaprah |
| B | Tidak memakannya, lalu berbincang tentang keistimewaan makanan itu | ❌ Baik, namun tetap berfokus pada makanan yang berpotensi membuat tidak nyaman |
| C | Tidak memakannya, menanyakan adat dan kebudayaan lain | ✅ Terbaik — menjaga prinsip + menunjukkan minat budaya yang tulus |
| D | Tidak ikut makan serta tidak berkomentar | ❌ Menghindari ketidaknyamanan, namun pasif dan tidak membangun persahabatan |
| E | Ikut mencicipi sebagai wujud Bhinneka Tunggal Ika | ❌ Salah kaprah — Bhinneka Tunggal Ika tidak mengharuskan melanggar keyakinan agama |

## Poin Kunci

Toleransi sejati tidak berarti meninggalkan keyakinan agama. Menghormati perbedaan sambil tetap menjaga prinsip sendiri — dan menunjukkan keingintahuan tulus tentang budaya lain — adalah wujud toleransi yang paling sehat.

Sudah paham materinya? Uji kemampuan kamu dengan 500+ soal Perekat Bangsa di Nagih — gratis untuk paket dasar.

Latihan di Nagih →