These days, many people in Indonesia are using digital banking. They like using mobile apps to manage their money instead of going to the bank. It’s easier and faster. But, doing banking online also brings some problems, especially about keeping data safe.One big problem is protecting customers’ personal information. Criminals try to steal passwords and PINs using fake websites, emails, or viruses. Even though banks use security tools like firewalls and encryption, there are still reports of fraud andunauthorizedaccess. To improve safety, some banks now use fingerprint or face scans.Another problem is that not all people know how to protect their information. Doing simple things like using strong passwords, not using public Wi-Fi, and not clicking unknown links can help. Now, banks are trying to teach people how to stay safe online.What is one example of a cyber threat mentioned in the passage...
Pembahasan
## Pembahasan
Jawaban: C (Fake websites)
Bacaan membahas digital banking di Indonesia dan tantangan keamanannya. Bacaan menyebutkan risiko-risiko yang dihadapi pengguna digital banking, termasuk ancaman keamanan siber.
Opsi C "Fake websites" (Website palsu/phishing) adalah jawaban yang disebutkan dalam bacaan sebagai salah satu ancaman utama digital banking — pengguna dapat tertipu oleh situs palsu yang meniru tampilan bank asli untuk mencuri informasi login.
Opsi A (aplikasi lambat), B (masalah ATM), dan D (keterlambatan pembayaran) adalah masalah operasional biasa yang tidak secara khusus disoroti sebagai ancaman keamanan dalam konteks bacaan ini.
Sudah paham materinya? Uji kemampuan kamu dengan 500+ soal English Proficiency di Nagih — gratis untuk paket dasar.
Latihan di Nagih →